TIPS MENGATASI BANJIR DAN KEKERINGAN

Musim hujan kebanjiran, musim kemarau kekeringan.  Mungkin kita hanya bisa marah-marah kalau hal itu terjadi, entah marah kepada siapa.  Sasaran kemarahan yang paling mudah dilontarkan adalah kepada pemerintah dan kepada pengusaha yang kurang peduli terhadap lingkungan alam di sekitar kita.  Stop marah, mari kita bertindak !  Apa yang dapat kita lakukan kalau kita hanya sendiri ?  Jangan pesimis dulu.  Ingat ilmu lidi.  Satu batang lidi saja sudah mempunyai manfaat, apalagi kalau beberapa lidi disatukan, manfaatnya akan terasa sangat luar biasa.

Salah satu yang dapat kita lakukan adalah dengan membuat biopori.  Apakah biopori itu ?  Biopori adalah pori berbentuk terowongan kecil yang dibentuk oleh aktivitas fauna tanah atau akar tanaman.  Biopori merupakan lubang resapan berbentuk  silindris yang dibuat ke dalam tanah dengan diameter sekitar 10 cm dan kedalaman sekitar 100 cm atau tidak melebihi kedalaman air tanah.  Nantinya lubang ini diisi oleh sampah organik untuk mendorong terbentuknya biopori.  Biopori ini dikembangkan oleh Ir. Kamir Brata, praktisi dari Konservasi Tanah dan Air IPB.  Teknik biopori secara tradisional telah diterapkan oleh masyarakat kita dengan menggali lubang dan kemudian mengisinya dengan sampah organik sehingga sampah yang keluar dari rumah tangga hanya  tersisa sampah non-organik seperti plastik, kaleng, besi, dsb.  Pada teknik biopori, pembuatan lubang dimodifikasi dengan teknologi sederhana menggunakan bor tanah sehingga lebih memudahkan penggunanya.

Lubang resapan biopori ini adalah teknologi tepat guna untuk meningkatkan laju resapan air hujan dan memanfaatkan sampah organik yang dimasukkan ke dalam tanah.  Berbagai manfaat yang dapat kita peroleh dengan pembuatan biopori, yaitu :

  • Meningkatkan cadangan air tanah.
  • Mengurangi aliran air di permukaan.
  • Mencegah keamblesan dan keretakan tanah.
  • Menghambat intrusi air laut.
  • Mengubah sampah organik jadi kompos.
  • Meningkatkan unsur hara tanah.
  • Meningkatkan kesuburan tanah.
  • Mendukung upaya penghijauan.
  • Mengurangi sampah kota hingga 30%.
  • Mengatasi masalah akibat genangan air seperti penyakit demam berdarah dan kaki gajah.
  • Mengurangi pencemaran udara dan perairan.
  • Mengurangi emisi rumah kaca.
  • Mengurangi banjir, longsor, dan kekeringan.

Luar biasa manfaat biopori ini.  Lubang ini dapat dibuat di halaman di sekeliling rumah, di dasar saluran yang biasa dibuat untuk membuang air hujan, di dasar alur di sekeliling pohon,  atau pada batas taman.  Bagaimana cara membuat biopori ?   Ada beberapa tahap yang harus dilakukan untuk pembuatan lubang resapan biopori, yaitu :

  1. Disiapkan bor tanah.
  2. Dibuat lubang berbentuk silindris ke dalam tanah dengan diameter 10-20 cm dan kedalaman sekitar 100 cm.  Jarak antar lubang sekitar 100 cm.
  3. Sampah organik yang berasal dari sampah tanaman berupa daun, rerumputan, dan sampah dapur berupa sisa-sisa sayuran dan sisa makanan dimasukkan ke dalam lubang dan dipadatkan.
  4. Disiram dengan air cucian beras (air) untuk menjaga kelembaban.
  5. Setiap 2-3 hari ditambahkan sampah baru dan dipadatkan.
  6. Setelah penuh, dibiarkan selama 1 bulan.  Kompos dalam biopori sudah dapat dipanen atau diambil bersamaan dengan pemeliharaan lubang.

Dengan teknik biopori, maka hampir semua sampah organik tidak perlu dibuang ke tempat pembuangan sampah (TPS).  Sampah tersebut secara alami akan diproses oleh mikro organisme tanah dan dirubah menjadi kompos (pupuk organik).   Manfaat utama yang dapat kita ambil dari pembuatan biopori ini adalah meningkatkan cadangan air dan menjaga permukaan air tanah, yang berari kita telah ikut menabung air untuk kebutuhan umat manusia.  Lebih dasyat lagi dengan adanya lubang resapan biopori ini maka bencana banjir bisa dicegah.

About these ads

17 Komentar (+add yours?)

  1. tukangsate
    Nov 30, 2011 @ 21:52:51

    wah…mantap mbak

    Balas

  2. marsani asfi
    Des 02, 2011 @ 10:16:00

    sipp .. udah bisa dibaca dari Pulau Jawa nih Bu..
    sukses slalu..

    Balas

  3. Ahmad Mahdi
    Des 03, 2011 @ 19:40:24

    very good writing….. i expect more from you blog later..
    thanks to your help i can use this method in my garden……

    Balas

  4. Abdul Rahim (BTP_POLITANI)
    Des 07, 2011 @ 13:08:47

    Tips yang sangat bagus, Bu !
    Saya suka sekali dengan tips yang ibu berikan, selain dapat mengatasi banjir dan kekeringan, tips ini juga bisa menjadi solusi untuk mengurangi kerusakan alam dan menjadi kebaikan kelangsungan hidup bagi makhluk hidup mikroorganisme dan makhluk hidup lainnya yang ada didalam tanah dan juga meningkatkan unsur hara tanah.

    Balas

  5. Winny
    Des 07, 2011 @ 15:53:15

    Ayo adik-adik, kita lestarikan bumi dimulai dengan cara yang paling sederhana. Siapa lagi yang mau melestarikan bumi Borneo ini kalau bukan kita sendiri. Setuju ?

    Balas

  6. M. Izdi Haruddin
    Des 07, 2011 @ 21:41:02

    oke mungkin sudah saatnya melakukan pergerakan !! dan ciptakan metode – metode lain yang juga dapat melestarikan bumi kita … maju INDONESIA !!

    KEEP OUR EARTH BEING GREEN FOREVER !!!

    Balas

  7. M.Sandi Fachrisal (BTP POLITANI)
    Des 09, 2011 @ 10:21:46

    Assalamu Alaikum Wr.Wb
    Saya setuju dengan adanya kegiatan Biopori ini ,karena memiliki banyak manfaat yang baik terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan, tips ini juga bisa menjadi solusi untuk mengurangi kerusakan alam, banjir, longsor, kekeringan, pencemaran udara, pencemaran air dan lain-lain.
    Jadikan Borneo menjadi sorotan dunia sebagai paru-paru dunia.

    Balas

  8. aditya ahmad (BTP)
    Des 09, 2011 @ 20:17:26

    Assalamu Alaikum Wr.Wb
    Setelah membaca isi dari blog ini, saya jadi yakin jika semua masyarakat sadar akan penting nya biopori pasti tidak akan ada lagi banjir atau setidak nya mengurangi wilayah atau titik-titik banjir khusus nya di Samarinda. Memang ini adalah hal yang sepele dan kecil tapi manfaat nya besar dan di rasakan semua masyarakat, tetapi tidak ada guna nya jika ide yang bagus seperti ini tidak di realisasikan dan hanya menjadi teori saja, mari kita semua mulai dari rumah masing-masing, membiasakan diri untuk tidak membuang sampah sembarangan dan memisahkan antara sampah organik dan non organik, karna perubahan besar itu di mulai dari hal yang kecil dan dari hal yang kecil ini juga nanti kita semua yang merasakan manfaat yang besar.

    “Bangga membangun Kaltim dan bukan merusak nya”

    Balas

  9. Baju Bali
    Jan 04, 2012 @ 13:29:21

    infonya TOP bgt..
    makasi udah mau sharing

    Balas

  10. sri endah wahyuni
    Jan 05, 2012 @ 21:33:43

    bu saya mau tanya nih.. 3 minggu yang lalu saya membuat lubang bipori, kemudian memasukkan sampah yang isinya daun-daun kering.. nah penurunan sampah tersebut berjalan lambat sekali di bandingkan dengan teman saya yang mengisi dengan sampah sayuran atau makanan basi. penyebab hal tersebut apa ya bu? terima kasih

    Balas

    • Budi Winarni
      Jan 05, 2012 @ 23:46:06

      Salah satu faktor yang mempengaruhi proses pengomposan adalah rasio C/N bahan dasar kompos. Daun-daun kering mempunyai rasio C/N lebih tinggi dari limbah sayuran dan limbah dapur, yang mengakibatkan mikroba akan kekurangan N untuk sintesis protein sehingga dekomposisi berjalan lambat. Hm…….kalau penjelasan panjangnya begini………Rasio karbon dan nitrogen (rasio C/N) sangat penting untuk memasok hara yang diperlukan mikroorganisme selama proses pengomposan berlangsung. Apabila ketersediaan karbon berlebih (C/N>40), maka jumlah nitrogen sangat terbatas sehingga merupakan faktor pembatas pertumbuhan mikroorganisme. Anda tahu sendiri kan bahwa mikroorganisme ini yang akan mendekomposisi limbah organik menjadi kompos. Nah…..proses dekomposisi menjadi terhambat (lambat) karena kelebihan karbon itu yang harus dibakar/dibuang lebih dahulu oleh mikroorganisme….. Tapi bagaimanapun partisipasi anda dalam memperbaiki kesuburan tanah dengan membuat biopori perlu diacungi jempol :)

      Balas

  11. sari
    Jan 27, 2012 @ 00:16:38

    ooo..gtu ya..sip mam..terus mengeblog!!

    Balas

  12. Trackback: Mari Mencegah Banjir | HIMBIO UNPAD
  13. auliarani
    Agu 27, 2013 @ 22:38:20

    hhmmmm..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 467 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: